Belakangan ini, muncul perhatian dari publik soal keanehan rating usia pada beberapa game di platform Steam. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) langsung turun tangan untuk menelusuri apa yang sebenarnya terjadi di balik sistem penilaian tersebut.
Masalahnya cukup serius. Ada game dengan konten yang seharusnya tidak cocok untuk anak-anak, justru diberi rating rendah. Sebaliknya, game yang relatif aman malah mendapat label usia tinggi. Kondisi seperti ini tentu membingungkan, apalagi bagi orang tua yang menjadikan rating sebagai acuan utama.
Kenapa Bisa Terjadi?
Kalau dilihat sekilas, sistem rating seperti IGRS seharusnya sudah cukup jelas. Tapi dalam praktiknya, ternyata masih ada celah yang bisa menyebabkan kesalahan klasifikasi.
Kemkomdigi saat ini sedang mendalami beberapa kemungkinan, seperti:
- Apakah ada kesalahan dari sistem internal
- Apakah terjadi mismatch data antara pihak platform dan regulator
- Atau ada proses otomatis yang tidak berjalan sebagaimana mestinya
Karena sifatnya teknis dan melibatkan banyak pihak, investigasi ini tidak bisa disimpulkan secara cepat.
Investigasi Tidak Dilakukan Sendiri
Menariknya, pemerintah tidak hanya mengandalkan evaluasi internal. Mereka juga membuka ruang diskusi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas gamer sampai pelaku industri.
Langkah ini cukup penting, karena:
- Komunitas biasanya paling cepat menyadari kejanggalan
- Developer punya pemahaman soal konten game
- Asosiasi industri bisa melihat dari sisi regulasi dan distribusi
Dengan pendekatan seperti ini, harapannya masalah bisa dilihat dari berbagai sudut, bukan hanya dari sisi pemerintah saja.
Steam Ambil Langkah Cepat
Di sisi lain, pihak Valve Corporation sebagai pengelola Steam juga tidak tinggal diam. Mereka langsung menghapus sementara label IGRS dari game-game yang dianggap bermasalah.
Langkah ini dilakukan supaya pengguna tidak semakin bingung saat melihat rating yang tidak konsisten. Sambil itu, mereka juga sedang melakukan pengecekan internal untuk memastikan di mana letak kesalahannya.
Sebenarnya Apa Itu IGRS?
Indonesia Game Rating System atau IGRS adalah sistem klasifikasi usia resmi di Indonesia untuk game.
Kategori yang digunakan cukup sederhana:
- 3+
- 7+
- 13+
- 15+
- 18+
Tujuannya jelas, yaitu membantu pengguna—terutama orang tua—agar bisa memilih game yang sesuai dengan usia pemain. Jadi ketika sistem ini tidak akurat, dampaknya bisa langsung terasa.
Dampaknya Tidak Bisa Dianggap Sepele
Masalah rating mungkin terlihat kecil, tapi efeknya cukup luas.
Bagi pengguna:
- Bisa salah memilih game
- Anak-anak berpotensi mengakses konten yang tidak sesuai
Bagi industri:
- Developer jadi tidak punya acuan yang jelas
- Risiko pelanggaran aturan distribusi meningkat
Kalau dibiarkan, kepercayaan terhadap sistem rating bisa menurun, dan itu bukan hal yang baik untuk jangka panjang.
Akan Ada Perbaikan Sistem
Kemkomdigi menyatakan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi besar. Mereka berencana memperbaiki sistem IGRS, baik dari sisi teknis maupun penerapannya di platform digital.
Beberapa hal yang kemungkinan akan diperbaiki:
- Mekanisme klasifikasi agar lebih akurat
- Sistem integrasi dengan platform seperti Steam
- Penyederhanaan agar mudah dipahami pengguna
Tujuan akhirnya sederhana: rating harus benar-benar bisa dipercaya.
Penutup
Kasus ini menunjukkan bahwa di era distribusi digital global, sinkronisasi antara platform internasional dan regulasi lokal masih jadi tantangan. Tapi di sisi lain, respons cepat dari Kemkomdigi dan Steam menunjukkan bahwa masalah ini tidak diabaikan.
Kalau proses investigasi berjalan dengan baik, justru ini bisa jadi titik awal untuk membangun sistem rating game yang lebih rapi dan konsisten ke depannya.
